Selasa, 19 Oktober 2010

Sikap Bersyukur dalam Tinjauan Psikologi




                                                                           BAB I
PENDAHULUAN



                   Sikap syukur merupakan sikap hidup terbaik yang dimiliki orang-orang yang bahagia. Karena dengan syukur derajad dan martabat muslim menjadi lebih mulia dan tinggi. Jika iman dibagi menjadi dua bagian,maka bagian yang pertama adalah syukur. Nikmat dan fasilitas yang diberikan Allah kepada manusia begitu banyak dan tak akan terhitug nilainya,dan itu merupakan suatu jalan kemudahan bagi hamba-hambaNya yang mau berpikir.justru dengan kemudahan-kemudahan yang disediakan dan diberikan Allah SWT itulah kita wajib bersyukur,agar nikmat dan fasilitas sebaga jalan kemudahan menjadi berkah dan semakin bertambah.
                   Begitu sangat pentingnya dalam hidup ini untuk dapat memahami nilai-nilai dalam mensyukur nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada seluruh makhlukNya,termasuk kita sebagai manusia. Bumi ini tiada pernah sunyi dan sepi dari rahmat dan karunianya kecuali bagi orang-orang yang tidak mau berpikir dan tidak beriman kepadanya. Berusahalah sesegera mungkin untuk memahami nilai-nilai bersyukur dengan membersihkan dan membebaskan jiwa kita dari sifat-sifat yang tercela.
                   Sungguh rasa tenang,damai dan bahagia itu bermuara dari kondisi hati. Mankala didalam hati seorang tumbuh sifat ridha dan mensyukuri atas segala karunia dan ketetapan Allah swt dengan segala anugrah  yang diberikan Allah swt maka hidupnya akan selalu indah dan senantiasa pasrah serta berserah diri kepada-Nya sungguh ia telah memiliki kunci kekuatan hidup untuk melawan semua ketakutan dan keresahan yang selalu menghantuinya.





BAB II
PEMBAHASAN



A.    Pengertian Bersyukur Secara Umum

Kata "syukur" adalah kata yang berasal dari bahasa Arab. Kata ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai: Rasa terima kasih kepada Allah, dan Untunglah (menyatakan lega, senang ).Arti syukur di atas adalah arti dari tinjauan kebahasaan.

              Makna dasar tersebut dapat juga diartikan sebagai penyebab dan dampaknya, sehingga kata "syukur" mengisyaratkan "Siapa yang merasa puas dengan yang sedikit, maka ia akan memperoleh banyak, lebat, dan subur."

              Sedangkan Ar-Raghib Al-Isfahani salah seorang yang dikenal sebagai pakar bahasa Al-Quran menulis dalam Al-Mufradat fi Gharib Al-Quran, bahwa kata "syukur" mengandung arti "gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan."

              Kata syukur berasal dari bahasa arab Syakaro-yasykuru-syukron yang artinya adalah “membuka” dan lawan katanya adalah Kufur yang berasal dari kata Kafaro-yakfuru-kufron yang artinya “menutup”. Dalam kontek tersebut, kata syukur dapat diartikan sebagai hati yang terbuka karena menyadari nikmat Allah yang telah diterimanya. Sebaliknya mereka yang mengingkari nikmat Allah (menutup-nutupi nikmat yang telah diterima) dikatakan sebagai Kufur.

              Syukur adalah prasyarat utama agar Allah memberikan (menambah) kenikmatan/anugrah yang lebih dari yang sudah diberikan. Sebelum kita memiliki keinginan, yaitu sesaat kita terlahir bahkan sebelum kita terlahir kita telah diberi nikmat yang luar biasa oleh Allah. Nah pada saat kita telah memiliki keinginan-keinginan dan kita sering berdo’a untuk memohon kepadaNya, itu artinya kita mohon tambahan nikmat. Maka agar supaya do’a kita terkabul dan tambahan nikmat tersebut di anugrahkan Allah kepada kita, syukur merupakan syarat mutlak yang harus kita penuhi. Jadi dalam segala hal, berdoalah dan ajukanlah permintaanmu kepada Allah. Apa yang kalian perlukan, beritahukanlah itu selalu kepada Allah dengan mengucap syukur.

Syukur dalam istilah syari’at adalah menampakkan atau memperlihatkan tanda-tanda kenikmatan dari Allah atas hambanya dengan mengimani Allah dalam hati,memuji-Nya dengan lisan dan membuktikannya dengan ibadahyang bersifat fisik.

Syukur merupakan semua nikmat yang diperoleh baik yang lahir maupun yang batin semuanya adalah dari Allah dan merasa gembira dengan nikmat itu serta bertanggung jawab dengan hal itu.



1.      Kedudukan Syukur dalam Agama

a.     Syukur berhubunhan erat dengan  zikir kepada Allah.
b.    Syukur berhubunhan erat dengan  iman.
c.     Orang-orang yang bersyukur adalah hamba yang dikhususkan mendapaykan anugrah-Nya.
d.    Syukur merupakan ujian yang diturunkan kepada Allah awt.
e.     Amal orang yang bersyukur diridhai dan diterimaoleh Allah.

2.      Pembagian Orang yang Bersyukur

a.       Orang yang mensyukuri nikmat dan memuji Allah.
b.      Orang yang mengingkari nikmat dan yang menyembunyikannya.
c.       Orang yang menamoakkan bahwa dirinya termasuk ahli syukur,padahal bukan.

Buah dari nikmat:
a.       Merendahkan diri kepada Allah,hamba yang telah memperoleh nikmat hendaknya merendahkan dirinya kepada sang pemberi.
b.      Cinta kepada Allah. Artinya cinta sejati hanya diberikan kepada zat yang distukuri.
c.       Pengakuan atas segala nikmat Allah yang diberikan kepadanya.
d.      Tidak menggunakan nikmat untuk menerjang larangan Allah.

3.      Beberapa Pennyebab  kemunculan Rasa Syukur

a.       Melihat orang yang berada dibawah anda. Oleh karena itu,salah satu unsur yang bisa menjaga rasa syukur seorang hamba,ketika ia senantiasa melihat orang yang berada diatasnya.
b.      Memahami bahwa dirinya akan diminta pertanggung jawaban atas segala nikmat yang diberinya.

4.      Cara Bersyukur kepada Allah

a.       Bersyukur denga hati.yaitu mengetahui bahwa Allah swt Zat pemberi berbagai jenis nikmat. “Manusia cendrung memuji orang member,tapi tidak bersyukur kepada zat yang member.
b.      Bersyukur dengan lisan. Lisan merupakan media yang digunakan untuk mengungkapkan isi hati. Apabila hati penuh dengan rasa syukur kepada Allah swt maka mulut senantiasa memuji dan menyanjung-Nya.
c.       Bersyukur dengan anggota badan. Mengungkapkan rasa syukur dengan anggota tubuh berbeda dengan syukur hati dan lisan. Syukur dengan anggota badan berarti segala bentuk ibadah dan ketaatan yang dilakukan anak adam dengan melibatkan anggota badan sebagai tanda syukur kepada Allah. Inti dari syukur dengan anggota badan adalah amal shalih.


Bersyukur kita sebagai muslim
                   Tiada sikap yang paling baik yang harus kita lakukan selain bersyukur kepada Allah swt atas limpahan karunia-Nya dalam kehidupan ini.kita sepantasnya bersyukur atas beberapa hal mendasar:
1.      Bersyukur karena Allah kita diciptakan sebagai manusia yaitu makhluk yang paling sempurna.
2.      Kita patut bersyukur atas pemberian anugerah terbesar dalam hidup ini yaitu nikmat iman dan islam.
Bersyukur atas kemanusiaan kita
            Bersyukur atas jati diri kemanusiaan kita sangat penting kalau kita memahami hakekat kemanusiaan yang melekat dalam diri kita,kita akan berusaha sekuat tenaga untuk bertindak yang di landasi oleh akal dan pikiran serta kaidah benar dan salah,tidak lagi memperturutkan hawa nafsu dan insting hewani. Anugerah terbesar yang dimiliki manusia dibandingkan makhluk lainnya adalah akal,dengan akal manusia bisa mengambil pelajaran dan memanfaatkan semua fasilitas yang Allah ciptakan di dunia ini,manusialah yang mampu menaklukkan semua makhluk di dunia ini. Allah memberikan pendengaran,penglihatan dan perasan semua itu merupakan modal agar manusia mampu menduduki derajad yang sangat tinggi di sisi Allah.
Bersyukur atas keislaman kita
            Islam adalah jalan hidup yang berasal dari Allah swt yaitu sang pemilik dunia dan segala isinya. Islam merupakan bentuk nyata kasih sayang Allah kepada hambanya,setelah Ia memberi kehidupandan menyediakan fasilitas hidup berupa dunia dan segala isinya. Bersyukur dan berterima kasih atas sesuatu akan mudah dilakukan apabila seseorang merasakan manfaat dari suatu pemberian atau keberadaan. Kita akan mudah bersyukur ketika kita mendapatkan sesuatu yang sifatnya materi karena kita dapat merasakan langsung akan tetapi bersyukur atas sesuatu yang tidak nampak nyata akan cukup sulit.
Menurut syekh Al-Ghazali bersyukur hahekatnya adalah menggunakan segala sesuatu sesuai dengan keinginan pemberi. Keunggulan sebagai muslim yaitu:
-         Kita memiliki keyakinan yang telah ditumbuhkan oleh Allah pada hati kita tentang kehebatan dan keunggulan islam.
-         Kita begitu mudah untuk mempelajari kehebatan ajaran islam karena kita berada dilingkungan muslim. 


Sifat (karakteristik orang yang bersyukur)
1.     Orang yang bersyukur beramal kepada Tuhannya karena rasa cinta dan rindu kepada-Nya,mengendalikan hawa nafsunya dengan cara melakukan segala kebaikan sehingga menjadi malu lalu kembali kepada Tuhannya.
2.    Orang yang bersyukur akan kembali kepada Tuhannya dalam keadaan senag dan menyenangkan hati
3.    Sikap syukur akan senantiasa melihat kebaikan Tuhannya,kelembutan,kasih sayang dan kebaikan yang mereka peroleh.
4.    Syukur adalah posisi yang tidak pernah dimiliki oleh penghuni neraka.


B.       Pengertian Bersyukur dalam Psikologi

"Syukur" adalah sebagai sebuah sikap, kebajikan, atau kekuatan karakter.
Syukur telah didefinisikan sebagai hangat atau sangat menghargai sikap untuk kebaikan atau manfaat yang diterima Tiga bagian dari rasa syukur telah diidentifikasi.
  1.  Seseorang mengalami perasaan hangat apresiasi terhadap orang yang melaksanakan tindakan yang diinginkan atau jenis dermawan.
  2. Apresiasi dan goodwill disajikan terhadap orang yang melakukan tindakan yang diinginkan.
  3. Orang kepada siapa rasa syukur diungkapkan, penginderaan goodwill tersebut, cenderung untuk bertindak secara positif  atau penghargaan terhadap orang yang mengungkapkan rasa terima kasih.
Orang yang melakukan tindakan atau manfaat dan orang yang mengungkapkan rasa terima kasih telah komunikasi filter yang berhubungan dengan rasa syukur. Ekspresi tinggi dampak syukur menemukan pengirim "" syukur memberi dari hati tanpa motif tersembunyi. "penerima" dari rasa terima kasih yang memandang tindakan syukur sebagai positif, tidak karena manipulasi oleh penerima dan ditawarkan berdasarkan motivasi internal pengirim.
Syukur adalah kunci untuk dewasa adaptasi, membantu kita untuk hidup dalam hubungan dengan orang lain.. Sangat penting untuk kesejahteraan kita. George Vaillant berteori bahwa syukur adalah sikap yang mengarah pada fungsi sukses selama jangka hidup tersebut. Dia percaya bahwa syukur adalah sebuah proses kreatif yang mengubah emosi merusak diri menjadi orang yang izin penyembuhan dan pemulihan. Dalam studi longitudinal tentang laki-laki dewasa, Vaillant menyatakan, "pertahanan dewasa tumbuh dari kapasitas otak kita berkembang untuk menguasai, mengasimilasi, dan merasa bersyukur atas hidup, hidup dan pengalaman."

Menurut Emmons, "Anak-anak terkenal bersyukur" Anak-anak, terutama yang 7 tahun atau lebih muda., Belum memiliki perspektif yang memerlukan rasa syukur dan terima kasih memberikan kredit kepada orang lain. neuroscience terbaru menunjukkan bahwa ketika kita usia, wilayah pengolahan informasi otak mempertahankan atau bahkan meningkatkan reaktivitas terhadap informasi positif. Mendapatkan kesadaran untuk mengontrol dan meningkatkan emosi positif pada usia yang lebih muda bisa memiliki pengaruh positif besar pada kesejahteraan hidup.
Syukur adalah memuaskan.. Seperti kita dipenuhi dengan rasa syukur, kita mengalami emosi positif dan kami bahkan mungkin terinspirasi untuk bertindak dengan cara yang lebih berbudi luhur dan membawa kebaikan. Syukur melawan emosi negatif dan mengisi kita dengan rasa kagum dan penghargaan bagi kehidupan. Apresiasi paling memuaskan ketika diungkapkan dengan komunikasi aktif, semacam isyarat, atau tertulis kata-kata.
Bersyukur suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Secara definitive,banyak sudah di bahas  dalam bebagai literature  yang pada akhirnya bermuara pada suatu kesimpulan,bahwa bersyukur itu ungkapan  rasa gembira dan berbahagia setelah memperoleh sesuatu.
1.     Wujud dari Sikap Bersyukur
a.     Bersyukur Dalam Bentuk Ucapan.
 Sudah sangat lazim bagi kita  dilakukan pada sesama manusia,dengan berbagai istilah seorang menyampaikan ucapan terima kasihnya pada orang lain. Jika dikaji lebih jauh,ucapan terima kasih itu ternyata tidak hanya satu kalimat  yang tidak punya nilai apa-apa,bahkan banyak orang atau kita sendiri sakit hati jika memberi sesuatu pada orang lain dan orang tersebut tidak mengucapkan terima kasih. Sakit hati inilah yang pada saat berikutnya menimbulkan berbagai ungkapan perasaan yang tidak baik,bahkan bersikap buruk terhadap orang lain. Sikap buruk ini jika terus berkembang akan memunculkan keretakan dalam pergaulan dan kerukunan. Tetapi jika ucapan terima kasih itu disampaikan akan menumbuhkan perasaan senang dan bahagia pada si pemberi , antara yang memberi dan yang menerima tumbuh perasaan saling bekerjasama.Terjalannnya perasaan sama-sama berbahagia akan membentuk pola pergaulan yang baik, keterikana dan saling menghargai.
b.       Bersyukur Dengan Harta.
Orang yang mewujudkan  rasa syukurnya melalui harta , harta yang dimilikinya di belanjakan   di jalan Allah dalam bentuk infaq,shodaqoh atau zakat. Membelanjakan harta  yang seperti ini jika kita niatkan  sebagai rasa syukur atas nikmat yang kita terima  maka akan dicatat sebagai ibadah. Bentuk aktifitasnya bisa bermacam-macam ,bias makan bersama tetangga,para fakir miskin atau dalam bentuk benda yang  bermanfaat untuk kemaslatan bersama.Tingkatan syukur yang seperti ini termasuk tingkatan yang kedua karena nilainya lebih berat. Bentuk ungkapannya tidak sekedar ucapan dan nilai manfaatnya tidak hanya  bagi yang bersangkutan tapi juga orang lain.Pemberian harta harus benar-benar Ikhlas, semata mengharap ridlo Allah ,tidak dorongan ,maksud dan tujuan lain.
c.       Bersyukur Dengan Perbuatan.
Bersyukur dengan perbuatan termasuk katagori yang paling tinggi. Orang mewujudkan rasa syukurnya dengan perbuatan  merasa bahwa pemberian itu adalah amanah,kepercayaan atau tanggung jawab yang harus ditunaikan,  dijaga dan di manfaatkan sebaik-baiknya. Pada tingkatan ini perasaan bersyukur menyatu  dengan seluruh perbuatan. Untuk dapat bersyukur dengan perbuatan ,sebenarnya tidaklah sulit  karena seluruh perbuatan baik kita dapat ditujukan  untuk menunjukan rasa syukur kita kepada Allah.,dari hal yang ringan sampai pada hal-hal yang berat misalnya menyisir rambut dalah bentuk perbuatan syukur pada nikmat Allah berupa rambut. Berkata baik dan benar juga adalah dalam rangka bersyukur terhadap nikmat Allah berupa lisan. Mengenakan pakaian muslimah ( berjilbab )  dalam rangka mensyukuri nikmat Allah berupa keindahan tubuh agar tidak mudah dinikmati oleh orang lain. Nikmat berupa karunia anak, wajib bagi orang tuanya mensyukurinya dengan memberikan kasih sayang  sepenuh hati karena kasih sayang orang tua terhadap tidak tergantikan dengan kebendaan. Inilah bentuk syukur orang tua dengan mengantarkan anaknya menjadi manusia yang berakhlaq mulia , menjadi anak yang berguna.  Demikian juga dengan nikmat-nikmat yang lain tidak akan disia-siakan bahkan dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,sampai pada kesetiaan pada ajaran Rasulullah SAW  sebagai rasa syukur  atas nikmat Islam yang diberikan  Allah .
2.                Nilai Memahami Perilaku Bersyukur dan Introspeksi Diri
            Sebuah perilaku hendaknya selalu didasari pemahaman yang baik dan benar,memiliki kekuatan dari refleksi,dan disertai kesadaran yang tinggi tentang apa yang dipikirkan dan apa yang dilakukan, Sehingga dalam perjalanannya perilaku itu bukan sekedar aktivitas intelektual,emosional,bertahan hidup,dan spiritual tetapi juga memiliki nilai praktik hidup yang berbekal sikap dan mental positif,yang dapat menumbuhkembangkan diri sendiri,orang lain dan lingkungan demi kemaslahatan umat dan bumi. 
   

1.    Shalat
Allah berfirman yang Artinya:”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu Al-kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar”(Q.S.Al ‘ankabut:45)
Fasilitas adalah nikmatNya.antara lain: Sinar matahari,udara,air dan laut,siang dan malam,gunung dan tanah,panas,dingin dan sejuk,hewan dan tumbuhan,makanan dan minuman,pakaian dan tempat tinggal,waktu dan usia,tubuh, istri dan anak,kesehatan,harta, ilmu ,kecerdasan,kekuatan dan kekuasaan,kesungguhan dan kemauan,iman,islam dan ihsan. Orang yang meninggalkan dan melalaikan shalatnya akan lebih cendrung berbuat keji dan mungkar,baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain dan lingkungannya. Tindakan itu seperti: Kejahatan fisik,kejahatan moral,kajahatan terhadap harta benda,kejahatan pribadi dan sisial,kejahatan intelektual,kejahatan emosional dan kejahatan spiritual.

2.    Berkurban
Berkurban adalah suatu bentuk kesungguhandalam melepas apa yang dimiliki demi mencapai suatu keinginan karena keyakinannya.

Nilai memahami introspeksi diri.

Kemampuan mengetahui kasalahan dan kekurangan diri sendiri adalah gerbang awal untuk melakukan perbaikan. Rasa syukur dapat diwujudkan dengan jalan introspeksi diri,sehingga kita akan mengetahui hak-hak Allah yang kita langgar di atas segala nikmat dan fasilitasNya. Dengan demikian akan timbul rasa penyesalan dan ketulusan untuk bertaubat,serta terbukalah pintu ketaatan,ketundukan serta harapan yang besar atas rahmat dan ampunan-Nya. Terbukalah peluang memperbaiki hubungan antar sesame manusia karena kelapangan hati.

Orang yang bersyukur tiada tersimpan rasa kesombongan didalamn hatinya. Karena ia memiliki kecerdasan spiritual,sehingga ia akan selalu waspada akan adanya kesombongan yang mungkn masuk dari berbagai macam celah kehidupan,dan ia selalu berusaha untuk meniadakannya. Celah-celah itu misalnya ilmu pengetahuan,amal dan ibadahnya,harta kekayaannya, kekuasaannya, ketampanannya, kecantikannya,kesuksesannya,kahebatan,kecerdasan intelektual dan emosionalnya. Maka kuncilah celah-celah itu dengan kerendahan hati dan tawadu’.

Dengan selalu introspeksi diri,maka kebagagiaan sejati insya Allah akan tercapai. Dimana keyakinan tauhid,ikatan hidupo antar manusia,standar hidup,pandangan hidup dan makna kabahagiaan akan selalu serasi dan selaras di dalam kehidupan kita. Bila introspeksi diri sudah melekat pada diri kita,maka setia tarikan napas kita selalu menebar kebaikan dan amal saleh sebagai bentuk nyata dari hidupnya iman.











3.      Jalan Menuju Syukur
Setinggi apa pun kita menjadi hamba yang bersyukur, kita masih tetap perlu meningkatkan rasa syukur kita. Jika kita baru bersyukur saat memperoleh  nikmat berupa materi, ini adalah baru tahap awal menjadi hamba yang pandai bersyukur. Dalam hal ini ada beberapa pendapat para ulama’ yang pada prinsipnya bila di praktekkan akan ditempuh beberapa hal yaitu :
Ø  Jalan untuk menuju  supaya kita selalu bersyukur dan untuk meningkatkan rasa bersyukur, kita harus lebih jeli dan peka terhadap berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Kepekaan ini bisa dimlilki bila seseorang mepunyai Iman dan Cinta kepada Allah dan rasul-Nya dengan penuh keikhlasan. Kurangnya kepekaan terhadap nikmat Allah akan mengurangi syukur kita, sebab kita merasa tidak ada yang perlu disyukuri lagi. Meningkatkan kepekaan bisa dilakukan dengan melakukan perenungan terhadap apa yang terjadi pada hidup kita sehari-hari. Luangkan waktu kita setiap hari untuk merenungkan nikmat setiap harinya.
Ø  Setiap saat, kita mendapatkan nikmat baru. Satu detik waktu berlalu berarti kita mendapatkan nikmat hidup selama satu detik. Nafas kita, penglihatan kita, penciuman kita, detak jantung kita dan sebagainya yang tidak mungkin disebutkan disini. Untuk itu janganlah kita selalu mengeluh dan mengeluh. Kita Selalu mengingat berapa banyak yang kita terima dan melupakan sudah berapa banyak kita memberi. Pilih yang terbaik bila  memberi ( dalam artian barang ) karena ini jalan kita untuk  bahagia. Bahagia bagi pemberi dan penerima. Bahagia ini adalah nikmat.
Ø  Selalu mengambil  hikmah dari setiap kejadian, baik kejadian pada diri kita sendiri maupun orang lain. Sementara setiap saat selalu ada kejadian, berarti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Sementara hikmah itu sendiri adalah suatu nikmat.
  1. Pengaruh Bersyukur
Bila kita lihat ,paling tidak ( menurut penulis ) ada tiga manfaat besar dari bersyukur. Ketiga manfaat ini akan mengubah hidup kita jika kita mendapatkannya.
1.      Pahala dari Allah. Jelas, bersyukur adalah perintah Allah, kita akan mendapatkan pahala jika kita bersyukur dengan penuh keikhlasan.
2.      Pengaruh secara Psikologis. Ungkapan rasa syukur adalah wujud dari dorongan psikis yang dibutuhkan untuk menunjukan rasa penghargaan dan perhatian atas  aktifitas orang lain. Menciptakan Feeling Good. Dengan bersyukur akan membuat kita lebih bahagia. Perasaan kita menjadi lebih enak dan nyaman dengan bersyukur. Bagaimana tidak, pikiran kita akan fokus pada berbagai kebaikan yang kita terima.

Sebenarnya apa manfaat Feeling Good?
§         Jika kita  melihat  Hukum Daya Tarik (law of attraction), feeling good akan meningkatkan kekuatan kita menarik apa yang kita inginkan. Kekuatan hukum ini akan sebanding dengan keyakinan dan perasaan positif. Sementara semakin banyak kita bersyukur, akan semakin banyak perasaan positif pada diri kita.
§         Motivasi akan muncul dari kondisi emosi yang positif. Sementara bersyukur akan menciptakan emosi yang positif karena kita fokus pada hal-hal yang positif. Semakin banyak kita bersyukur akan semakin besar motivasi yang kita miliki.

§         Bersyukur akan membentuk pola pikir sukses. Pola pikir sukses adalah keyakinan dalam mendapatkan. Saat kita bersyukur, maka pikiran kita secara tidak sadar diberikan suatu “pola” mendapatkan, sehingga akan terbentuk pola sukses.
  1. Kekuatan Bersyukur
Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk lebih sering mengeluh daripada bersyukur.
Semua Agama di dunia ini mengajarkan tentang syukur, namun sangat sedikit sekali umatnya yang mengerti, memahami ataupun melaksanakan syukur secara benar. Semua peradaban dari berbagai bangsa ataupun suku bangsa mengajarkan syukur, tetapi sangat sedikit manusia beradab yang melakukan syukur dengan benar.

 Syukur yang diajarkan dan diperintahkan oleh Tuhan kepada manusia memiliki kekuatan yang sangat dahsyat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan umat manusia. Ya syukur memiliki kekuatan maha dahsyat, bahkan untuk dapat memujudkan semua impian-impian kita.
Manfaat menjadi grateful
a.       Grateful individu laporan tingkat kepuasan hidup lebih tinggi dan optimisme dan energi yang lebih besar dan koneksi dengan orang lain.
b.      Individu-individu yang terfokus pada bersyukur daripada tidak marah ditemukan dampak positif berbagai fungsi fisiologis penting seperti jantung meningkat, denyut nadi, dan tingkat respirasi. Tampaknya bahwa praktek syukur dapat memegang janji untuk mengurangi stres dan biaya kesehatan akibat terkait, yang dalam kerangka organisasi bisa membawa dividen besar.
c.       Menemukan hubungan terbalik yang signifikan antara isi emosional positif dalam otobiografi tulisan tangan dari 180 biarawati Katolik (pada usia rata-rata 22) dan risiko kematian di kemudian hari (usia 75 sampai 95). Ekspresi emosi positif seperti terima kasih dalam otobiografi kehidupan awal tampaknya berhubungan dengan usia hidup 60 tahun.

Hambatan untuk Menjadi Grateful
Ketika Anda merenungkan meningkatkan perilaku syukur Anda, akan menyadari bahwa pola-pola perilaku tertentu dapat membatasi kemampuan seseorang untuk bersyukur. Setidaknya lima bidang fungsi dapat menjadi hambatan untuk mengungkapkan terima kasih.
a.         Sikap korban pasif ditambah dengan rasa syukur hak dapat berkurang. Sederhananya, jika Anda percaya Anda berhak untuk banyak hal, maka Anda akan bersyukur atas sangat sedikit.
b.         Keasyikan dengan materialisme dapat mengalihkan ungkapan rasa syukur. An overemphasis on "things" tends to result in comparisons to others who may have more than you do. Sebuah penekanan yang berlebihan pada "sesuatu" cenderung menghasilkan perbandingan kepada orang lain yang mungkin memiliki lebih dari yang Anda lakukan. Perbandingan ini dapat menyebabkan kebencian yang mengurangi rasa terima kasih.
c.         Kurangnya refleksi diri tentang bagaimana benar-benar diberkati Anda mungkin, atau hanya mengambil sesuatu untuk diberikan, dapat hadir penghalang untuk mengungkapkan rasa terima kasih."Tiga hal yang baik" dan "menginginkan apa yang Anda memiliki" strategi membantu Anda tidak mengambil sesuatu untuk diberikan.
d.        Kurangnya kekurangan sebelum dapat membuat sulit untuk mengenali berkat. Banyak telah diberkati sejauh bahwa mereka tidak tahu apa rasanya tanpa sesuatu. Tampaknya beberapa orang "berdiri di base ketiga" dalam hidup, berpikir bahwa mereka benar-benar memukul triple, tetapi dalam kenyataannya mereka tidak melakukannya sendiri-orang lain telah membantu mereka untuk sampai ke sana.
e.         Berpusat pada diri sendiri dapat mencegah satu dari mengungkapkan rasa terima kasih. Diri-diserap memiliki sedikit energi untuk mengenali dan menghargai orang lain dengan cara yang syukur berkomunikasi.
            Tinjauan psikologi menunjukkan bahwa kebahagiaan (happiness) merupakan hasil sampingan (by product) atau ganjaran (reward) atas keberhasilan meraih hal-hal yang penting dan bermakna bagi seseorang. Apa yang penting dan berharga bagi seseorang? Sangat bersifat pribadi dan unik, artinya setiap orang memiliki dambaan khusus yang berlainan satu sama lain, seperti kekeluargaan, persahabatan, pendidikan, pekerjaan, tugas sosial, prestasi atau prestise, harta dan kekayaan, kesehatan dan kebugaran, ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai luhur dan hal-hal yang bersifat rohaniah.
Seperti halnya agama, psikologi pun mengakui bahwa setiap manusia mampu menentukan dan mengubah kondisi hidupnya. Manusia dijuluki "the self determining being" yakni mahluk yang mampu menentukan hidupnya menurut apa yang dianggap sesuai dan terbaik baginya.

 Tinjauan Psikologi atas Kebahagiaan :

Kita akan menyimak pandangan seorang pakar psikologi humanistik (dan psikiatri eksistensial) bernama Viktor Frankl (1905 - 1997). Ia seorang keturunan Yahudi asal Wina, Austria, yang selamat dari empat kam-konsentrasi kaum Nazi (Dachau, Maidek, Treblinka, Auschwitz) pada waktu Perang Dunia II dan pendiri aliran Logoterapi. Sesuai dengan akar kata logos yang berarti makna, Logoterapi menyatakan bahwa dambaan, hasrat, tujuan utama setiap manusia adalah kehidupan yang bermakna (meaningful life). Artinya setiap orang (normal) menginginkan dirinya berharga, penting, bermartabat dan berarti bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat dan berharga di mata Tuhan. Being Somebody, istilah psikologinya. Bila hal itu dapat diraih, ganjarannya adalah rasa bahagia atau kebahagiaan. Jadi dalam tataran psikologi, kebahagiaan tidak begitu saja diperoleh, tetapi menuntut upaya lebih dahulu untuk meraih hidup bermakna. 

Unsur-unsur Hidup Bermakna :

alam pandangan Logoterapi sekurang-kurangnya ada 7 (tujuh) unsur penting yang saling terkait dalam upaya mengembangkan hidup yang bermakna yakni: Hasrat untuk Hidup Bermakna, Makna Hidup, Metode Menemukan Makna Hidup, Gambaran Hidup Bermakna/Bahagia, Keteladanan, Asas-asas Sukses dan Do'a.

Hasrat untuk Hidup Bermakna :

Setiap orang senantiasa menginginkan dirinya menjadi orang yang berguna dan berharga bagi dirinya sebdiri, keluarga, lingkungan kerja dan masyarakat sekitar, bahkan berharga di mata Tuhan. Ayah dan ibu misalnya ingin menjadi orang tua yang mengasihi, dikasihi dan dihormati seluruh keluarganya, serta mampu menjalankan dengan sebaik-baiknya fungsinya sebagai orang tua. Sebaliknya bila ia seorang anak tentu ia ingin menjadi anak  berbakti yang dikasihi dan menjadi kebanggaan keluarga. Dan setiap orang pasti menginginkan bagi dirinya suatu cita-cita dan tujuan hidup penting yang  akan diperjuangkannya dengan penuh semangat, sebuah tujuan hidup yang menjadi arahan segala kegiatannya.
Sebaliknya ia tidak menginginkan dirinya menjadi orang yang hidup tanpa tujuan, sehingga ia sendiri menjadi bingung karena tak terarah dan tidak mengetahui apa yang akan dilakukannya. Itulah sekelumit gambaran mengenai hasrat manusia diantara sekian banyak keinginan lainnya yang bila direnungkan ternyata menggambarkan hasrat yang paling mendasar dari setiap orang yaitu hasrat untuk hidup bermakna.4 Keinginan untuk hidup bermakna benar-benar merupakan motivasi utama setiap manusia. Hasrat inilah yang memotivasi setiap orang melakukan berbagai kegiatan -seperti kegiatan bekerja dan berkarya- agar kehidupannya dirasakan berguna, berharga dan bermakna. 

Makna Hidup :

Makna Hidup adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak dijadikan tujuan hidup. Makna hidup sering dinamakan juga nilai atau hikmah kehidupan yakni kebajikan dan manfaat besar yang terkandung dalam berbagai peristiwa dan pengalaman hidup, baik yang menyenangkan maupun yang tak menyenangkan. Bila nilai-nilai dan hikmah kehidupan itu telah disadari dan berhasil dipenuhi akan menyebabkan seseorang merasakan kehidupan yang berarti dan pada akhirnya akan menimbulkan perasaan bahagia. Contohnya, seorang ibu yang mengasihi anaknya akan merasa senang dan bahagia bila berhasil memberikan sesuatu yang telah lama diinginkan anaknya.
Makna hidup atau hikmah kehidupan terdapat dalam kehidupan itu sendiri, dan dapat ditemukan dalam setiap keadaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Ungkapan-ungkapan sehari-hari seperti "Makna dalam Derita" (Meaning in Suffering) atau "Hikmah dalam Musibah" (Blessing in Disguise) menunjukkan bahwa dalam penderitaan sekalipun makna dan hikmah kehidupan tetap dapat ditemukan.

Sumber-sumber Makna Hidup :

Dalam kehidupan ini sekurang-kurangnya ada empat hal yang dianggap sebagai sumber makna hidup, karena dalamnya dapat ditemukan berbagai hikmah kehidupan yang menyebabkan hidup bermakna apabila hal itu berhasil dipenuhi. Keempat sumber makna hidup itu adalah: 
  1. Karya: kegiatan bekerja, mencipta, serta melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab serta berbuat kebajikan bagi orang lain dan diri sendiri.
  2. Penghayatan: keyakinan dan penghayatan atas nilai-nilai kebenaran, kebajikan, keindahan, keimanan, dan cinta kasih.
  3. Sikap: menerima dengan penuh ketabahan, kesabaran dan keberanian segala bentuk penderitaan yang tak mungkin dihindari lagi -seperti sakit yang tak dapat disembuhkan, kematian orang yang dikasihi- setelah berbagai upaya untuk mengatasinya telah dilakukan secara optimal tetapi tetap tak berhasil.
  4. Harapan: keyakinan akan terjadinya perubahan yang lebih baik dan bermanfaat pada waktu mendatang.
Sekalipun makna hidup ini dapat ditemukan dalam kehidupan itu sendiri dan setiap orang dewasa (seharusnya) mampu menemukannya sendiri, tetapi dalam kenyataannya hal itu tidak selalu mudah ditemukan. Makna hidup biasanya tersirat dan tersembunyi dalam kehidupan, sehingga perlu dipahami metode dan cara-cara menemukannya.


Metode Menemukan Makna Hidup :

Di bawah ini 5 (lima) metode menemukan makna hidup, yakni: 
  1. Pemahaman Diri: Mengenali berbagai kekuatan dan kelemahan diri sendiri (dan lingkungan), baik yang masih merupakan potensi maupun yang telah teraktualisasi. Dan makna hidup dan hidup yang bermakna diperoleh bila kekuatan-kekuatan itu berhasil dikembangkan dan kelemahan-kelemahan dihambat dan dikurangi;
  2. Bertindak Positif: Bertindak positif merupakan kelanjutan dari berpikir positif. Artinya, mencoba melaksanakan dalam perbuatan nyata: niat baik, pikiran-pikiran positif dan hal-hal yang dianggap bermanfaat. Makna hidup dan hidup yang bermakna akan benar-benar terjadi bila hal-hal positif itu terperangai dan dibiasakankan dalam kehidupan sehari-hari;
  3. Pengakraban Hubungan:  Secara sengaja meningkatkan hubungan yang baik dengan pribadi-pribadi tertentu (misalnya anggota keluarga, tetangga, teman, rekan kerja), sehingga masing-masing merasa saling menyayangi, saling mempercayai, saling membutuhkan, dan bersedia bantu-membantu. Dalam keakraban, persahabatan, persaudaraan dan silaturahim itulah makna hidup dan hidup yang bermakna benar-benar terwujud;
  4. Pemenuhan sumber-sumber makna hidup: Berupaya untuk mendalami, memahami, menjabarkan dan memenuhi keempat sumber makna hidup yaitu: Karya, Penghayatan, Sikap dan Harapan. Makna hidup dan hidup yang bermakna akan diperoleh bila kita berhasil merealisasi keempat sumber makna hidup tersebut dalam kehidupan sehari-hari;
  5. Ibadah: Mendekatkan diri kepada Tuhan melalui cara-cara yang diajarkanNya. Bentuk ibadah yang paling sederhana tetapi merupakan inti ibadah adalah doa. Dengan beribadah dan berdoa, kita merasa tenteram dan terbimbing tindakan-tindakan kita. Menghayati kedekatan dengan Sang Pencipta akan mengembangkan penghayatan hidup yang sangat bermakna.

Gambaran Hidup Bermakna dan Bahagia :

Hidup bahagia adalah kehidupan yang menyenangkan, penuh semangat dan gairah hidup serta jauh dari perasaan hampa dan cemas. Hal ini antara lain ditandai oleh hubungan antar pribadi (khususnya hubungan keluarga) yang penuh keakraban, rukun dan saling menghormati dan menyayangi, bantu membantu dalam kebajikan, melakukan berbagai kegiatan yang menghasilkan karya-karya bermanfaat, memiliki tujuan hidup yang jelas, meningkatkan cara berpikir dan bertindak positif, serta berupaya secara optimal untuk mengembangkan potensi dirinya (fisik, mental, sosial, spiritual) dan orang lain. Orang-orang yang bahagia memiliki kepribadian sehat - antara lain ditandai oleh tubuh yang sehat, otak cemerlang, akhlak luhur, sikap tegas, perasaan lembut, keyakinan yang mantap, dan luwes dalam pergaulan- yang tentu saja menjadi idaman setiap orang. Orang-orang berbahagia adalah mereka yang pandai bersyukur dan ingin agar orang-orang lain pun dapat meraih kebahagiaan seperti diri mereka. Kehadiran orang yang berbahagia biasanya "menularkan" rasa bahagia pula pada orang-orang yang bersamanya.

Keteladanan :

Dalam proses pengembangan pribadi dan meraih cita-cita diperlukan role model yaitu pribadi tertentu yang dikagumi dengan perilaku, sikap, sifat, prestasi dan nilai-nilai hidupnya layak diteladani. Proses ini sebenarnya terjadi sejak awal saat anak-anak meniru tingkah laku dan penampilan orang tua, saudara, teman, dsb. Berbeda dengan anak-anak (dan remaja) yang sering meniru-niru tampilan fisik, pada orang-orang dewasa yang diteladani dan diambil alih adalah nilai-nilai hidup yang ada pada tokoh teladan itu.

Asas-asas Sukses :

Seperti halnya Hukum Gravitasi yang berlaku abadi dialam fisik terdapat banyak sekali hukum dan asas-asas keberhasilan hidup.  Skip Ross,  seorang ahli psikologi mengemukakan 10 prinsip sukses yang diyakininya dan telah diuji coba sendiri dan terbukti berhasil.  Lima diantara ke 10 asas itu adalah sbb.

1.    Asas Memberi. Kalau kita memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tulus, satu saat kita akan menerimanya kembali berlipat ganda entah dari mana datangnya. Ini berlaku tidak saja untuk materi tetapi juga non materi. Bila kita memberikan penghargaan atau pujian kepada seseorang maka pada suatu saat kita akan menerima hal serupa lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu biasakan memberikan hal-hal yang baik kepada orang-orang lain;
2.    Asas Menyingkirkan. Singkirkan hal-hal yang tidak kita inginkan untuk memberi peluang berkembangnya hal-hal yang kita inginkan. Tentu saja hal ini berlaku pula untuk kebiasaan dan sifat-sifat buruk. Usahakan untuk mengurangi/ menghilangkan sifat dan kebiasaan-kebiasaan buruk kita, karena lambat laun akan digantikan dengan hal-hal positif yang berkembang dalam  diri kita, sadar ataupun tidak sadar;
3.    Asas Ucapan. Apapun yang anda ungkapkan secara lisan akan benar-benar terjadi. Seperti halnya imajinasi ucapanpun mempunyai kekuatan untuk mewujudkan apa yang diucapkan (baik atau buruk). Oleh karena itu hati-hatilah dengan ucapan. Singkatnya selalu ucapkan yang baik-baik saja;
4.    Asas Antusias. Mencurahkan segenap daya dan upaya terhadap setiap kegiatan yang dilakukan. Antusiasme memancarkan semangat dan semangat akan mempercepat diraihnya hal-hal yang besar.  Antusias sebenarnya merupakan sikap mental dan cara hidup yang terpancar dari wajah, sinar mata, cara bicara dan gerak gerik yang penuh semangat. Antusiasme sulit untuk diajarkan tetapi dapat ditularkan. Seorang yang antusias akan menarik orang-orang lain untuk bersemangat pula;
5.    Asas Kegigihan. Melakukan sesuatu terus menerus sampai tuntas sekalipun banyak mengalami rintangan dan penolakan. Persistensi adalah ketekunan dan kegigihan serta sikap mantang menyerah. 


Proses Pengembangan Hidup Bermakna :

Atas dasar unsur-unsur tersebut, seseorang yang ingin mengembangkan kehidupan yang bermakna perlu melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Memantapkan niat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih bermakna dan menyadari potensi diri, antara lain kemampuan untuk mengubah kondisi diri menjadi lebih baik, serta memiliki gambaran jelas mengenai kualitas hidup yang diidam-idamkan.
2.    Memahami makna dan sumber-sumber makna hidup, mengetahui cara-cara menemukannya, serta secara sadar mengarahkan
3.    Menerapkan Asas-asas Sukses dalam melaksanakan semuanya serta tidak lupa untuk senantiasa berdo'a dan beribadah kepada Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang agar kehidupan ini senantiasa dipenuhi keberkatan yang melimpah ruah ke sekitarnya. Keberhasilan mengembangkan hidup yang bermakna itu akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri pada para pelakunya.
6.      Tingkatan Bersyukur
Ada beberapa tingkatkan/level kedalaman dari bersyukurnya orang-orang.

Pertama adalah Tingkatan ‘bersyukur’ yang paling rendah yaitu mereka yang mengingkari nikmat-nikmat yang telah Tuhan anugrahkan. Lumayan banyak juga orang-orang yang termasuk dalam tingkatan ini, yakni orang-orang ‘kufur’ yang mengingkari nikmat-nikmat yang telah Tuhan anugerahkan.

Kedua adalah Tingkatan orang-orang yang telah mengekspresikan rasa syukurnya dengan lisan atau ucapan. Pada tingkatan ini orang sering mengucapkan terima kasih atau syukur, meskipun sebatas hanya ‘lips service’. Syukur yang hanya di ucapkan, bukan syukur yang mendalam sampai ke qolbu. Bahkan kadang mengucap syukur tapi masih juga mengeluh. Misalkan, Syukur Alhamdulillah…. Puji Tuhan saya masih diberi rejeki hari ini, meskipun hanya sedikit dan hanya cukup untuk sekedar makan sehari ini saja.

Ketiga adalah Kelompok orang-orang yang bersyukur hanya dan hanya jika dia memperoleh kenikmatan. Dan dia akan mengeluh, mengumpat, komplain jika mendapat sedikit cobaan. Orang-orang pada tingkatan ini akan sering mengadakan acara syukuran jika dia memperoleh kenikmatan, anak lulus ujian, naik pangkat atau dapat promosi dan sebagainya.

 Keempat adalah Kelompok orang yang mampu bersyukur saat mendapat musibah. Dan tentu saja orang-orang ini akan lebih bersyukur jika mendapat nikmat. Orang-orang dalam kelompok ini selalu dapat mengambil hikmat dari suatu peristiwa yang di alami. Dan selalu akan bersyukur apapun yang dia peroleh. Kesuksesan atau kegagalan selalu saja disyukuri.


kelima adalah Orang yang sudah mampu bersyukur secara total. Kelompok ini adalah orang-orang yang mampu bersyukur karena ke-ridha-an diri terhadap apa yang terjadi atau apa yang tidak terjadi, ridha terhadap apa yang diterima dan apa yang tidak diterima, ridha atas apa yang menimpa dirinya atau atas apa yang tidak menimpa dirinya. Orang-orang dalam kelompok ini adalah orang-orang yang mampu bersyukur apa adanya tanpa memerlukan alasan untuk bersyukur. Inilah hakikat dari syukur. Orang-orang dalam kelompok ini bukan lagi sekedar bersyukur atau melakukan syukur (doing grateful) namun mereka adalah kelompok orang-orang yang telah menjadi bersyukur (being grateful). Inilah sebenar-benarnya syukur. Syukur bukanlah ‘melakukan’ tetapi ‘menjadi’.

Memang untuk mencapai tingkat kelima dari bersyukur tidaklah mudah. Seperti juga ketrampilan yang lain, kita mesti banyak berlatih dan selalu berlatih untuk bersyukur.
Beberapa temuan dari Proyek Penelitian Mengenai Sikap Syukur dan Terima Kasih (Research Project on Gratitude and Thankfulness) patut kita cermati:
•Orang yang memiliki Jurnal Bersyukur mingguan secara rutin terbukti memiliki gejala gangguan fisik yang lebih kecil, merasa hidup mereka lebih baik, dan berpandangan optimis mengenai hari-hari yang akan mereka jalani minggu berikutnya.
• Peserta yang membuat daftar hal-hal yang patut disyukuri selama 2 bulan cenderung mencapai kemajuan dalam pencapaian target hidup pribadi mereka (dari segi akademik, hubungan interpersonal dan kesehatan).
• Remaja yang mempraktekkan rasa syukur menunjukkan nilai yang lebih tinggi dalam hal kesiagaan, semangat, ketetapan hati, perhatian dan energi.
• Orang-orang yang bersyukur memiliki emosi positif yang lebih tinggi, lebih puas dengan hidup mereka, vitalitas yang lebih tinggi, lebih optimis dan memiliki tingkat depresi dan stress yang lebih rendah. Mereka tidak menyangkal atau mengabaikan aspek negatif dalam hidup mereka. Mereka lebih dermawan dan tidak menempatkan materi di atas segalanya.







BAB III
PENUTUP



A. Kesimpulan


1.    Shalat dan berqurban adalah sebuh manajemen solusiyang sekaligus mengajarkan kepada pelakunya untuk senantiasa memiliki manajemen-manajemen dalam praktek hidup di dunia sebagai nilai amal yang bermuara pada nilai akhir (akhirat).
2.    Hidup akan terasa lebih indah manakala setiap insan memahami dirinya dan memahami nilai-nilai yang terdapat pada jalan syukur.
3.    Syukur merupakan sebagai sebuah sikap, kebajikan, atau kekuatan karakter seseorang  dalam menjalani kehidupan
4.    Pengaruh bersyukur secara Psikologis adalah wujud dari dorongan psikis yang dibutuhkan untuk menunjukan rasa penghargaan dan perhatian atas  aktifitas orang lain. Dengan bersyukur akan membuat kita lebih bahagia. Perasaan kita menjadi lebih enak dan nyaman dengan bersyukur
5.    Bersyukur atau berterima kasih atas sesuatu akan mudah dilakukan apabila seseorang merasakan manfaat dari sesuatu pemberian tersebut  



B. Analisis
Sebagaimana pengamatan saya mengenai sikap bersyukur dalam lingkungan,tampak bahwa orang yang memiliki sikap bersyukur yang tinggi dan mendalam mempunnyai kepribadian yang matang untuk menempuh suasana hidup yang penuh dengan kesulitan dan keterpurukan,baik itu suasana bahagia maupun sulit sehingga dia mampu membenahi itu semua dengan jalan bersyukur dan introspeksi diri.  







Daftar Pustaka

       Dwikomentari Diaz. 2005. SOSQ (Solution Spiritual Quotient). Pustaka Zahra. Jakarta.
       Turmidzi Imam. 2002. Mengenal Sisi Hitam dam Putih Hati Manusia. Mustaqlim. Kairo.
       Gimnastiar Abdullah. 2005. Muslim Best of The Best. Khas MQ. Bandung
       Munajid Shaleh. 2006. Jagalah Hati Raih Ketenangan. Cakrawala Publishing. Jakarta
       Http//Wikipedia. Sikap Bersyukur dalam Tinjauan Psikologi.co.id.
       Alfarisi Zaka. 2004. 40 Petunjuk Hidup Bahagia. Media Qalbu. Bandung.


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar